Operasional kantor : Senin - Jumat Pkl. 08.00 - 17.00 WIB, online Senin - Jumat 24 jam
Tanggal
10 06-26
0

KETIKA PULAU TERLUAR MENJADI CONTOH TRANSFORMASI DIGITAL DI INDONESIA

berita-1

Maratua, Berau, Kalimantan Timur 10-12Juni 2026. Selama berabad-abad, laut menjadi satu-satunya penghubung Pulau Maratua dengan dunia luar. Kini, selain jalur laut dan udara, akses digital telah menjadi jembatan baru yang menghubungkan pulau terluar ini dengan pasar, pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Belajar yang lebih luas daripada sekolah

Di sebuah pulau yang berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi, anak-anak didik di SD Negeri 001 Payung-Payung kini belajar dengan jendela yang jauh lebih lebar dari sebelumnya. Ruang belajar yang lebih luas dari sekolah mereka. Kelas yang terhubung ke seluruh dunia. Sekolah ini tercatat sebagai lokasi layanan akses internet (aksi) BAKTI Komdigi dengan pemanfaatan internet sangat tinggi di Berau, sebuah penanda nyata bahwa pemerataan konektivitas digital telah benar-benar menyentuh masyarakat di wilayah terdepan negeri.

Melalui program Badan Layanan Umum (BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pulau Maratua dan sejumlah wilayah pesisir Berau kini terhubung lewat jaringan BTS 4G, layanan Universal Service Obligation (USO), dan titik-titik BAKTI AKSI. Hasilnya bukan infrastruktur yang menganggur, melainkan layanan yang hidup dan diserap aktif oleh masyarakat.

Konektivitas yang Benar-Benar Dipakai

Data pemanfaatan infrastruktur digital BAKTI di wilayah Maratua berbicara dengan terang. SD Negeri 001 Payung-Payung mencatat rata-rata di atas 500 orang pengguna, menjadikannya lokasi yang aktif — bukti tingginya pemanfaatan internet untuk kegiatan belajar mengajar, demikian juga di Kantor Kepala Kampung Payung-Payung dan Pos TNI AL Pulau Maratua.

Tak jauh dari sana, BTS USO di Kampung Bohesilian melayani secara stabil hingga di atas 200 pengguna setiap bulan, dengan keandalan jaringan (uptime) di dan nyaris tanpa gangguan berkat pemeliharaan rutin oleh mitra BAKTI.

"Tingginya pemanfaatan ini, terutama di sekolah dan kantor kampung, menunjukkan bahwa masyarakat Berau sudah sangat siap memanfaatkan dunia digital. Tugas kami memastikan akses itu hadir, andal, bermanfaat, dan terus ditingkatkan kualitasnya," ujar Darien Aldiano, Plt Direktur Infrastruktur Bakti Komdigi. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menaikkan bandwith di setiap lokasi dengan traffic yang tinggi terutama saat ada kepentingan-kepentingan sektoral yang mendesak.

Yang membuat capaian ini istimewa: infrastruktur digital hadir tepat di lokasi dengan ambisi ekonomi yang besar. Pulau Maratua telah lama menjadi destinasi unggulan Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur, dengan rencana pengembangan sebagai destinasi wisata premium. Kampung Payung-Payung sendiri telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Bahari oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari) oleh KKP melalui SK Dirjen No. 65 Tahun 2022.

Mengapa transformasi digital penting?

Digitalisasi diterapkan dengan beberapa tujuan utama 1) digitalisasi di sektor bisnis untuk mendorong produktivitas melalui adopsi teknologi canggih, 2) digitalisasi bagi warga negara untuk meningkatkan akses dan adopsi digital untuk inklusi benefit dan ekonomi yang lebih besar, 3) digitalisasi pemerintah untuk meningkatkan akurasi, kualitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan pemerintah. Berikut contoh penerapannya:

  1. Akses untuk kedaulatan yang memberikan rasa aman dan tenang. Pos TNI AL Pulau Maratua yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional dan komunikasi.
  2. Pendidikan dan keterampilan. Selain pembelajaran daring, konektivitas memungkinkan pelatihan vokasi pariwisata — bahasa asing, sertifikasi pemandu selam, dan keterampilan perhotelan — diakses tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Konten dan metode pendidikan dasar juga semakin beragam.
  3. Pelayanan publik digital di kantor desa. Administrasi desa dan layanan kependudukan menjadi lebih cepat dan efisien.
  4. Pariwisata bahari kelas dunia. Homestay dan resort yang dapat dipesan secara daring, promosi lewat media sosial, pembayaran nontunai, hingga paket pengalaman wisata berbasis konservasi, dijalankan langsung dari pulau.

Kedaulatan dan ekonomi yang tumbuh harmonis di perbatasan

Perbatasan dan pulau terluar dahulu dipandang hanya sebagai batas teritorial dan sabuk pengaman sehingg fokus tunggal pada keamanan dan pertahanan. Letaknya jauh dari pusat, sehingga pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan tertinggal. Warga perbatasan kerap lebih bergantung pada negara tetangga untuk kebutuhan sehari-hari. Kini perbatasan menjadi wajah dan etalase bangsa sekaligus pintu gerbang interaksi ekonomi dengan negara tetangga. Pendekatan kesejahteraan (prosperity) berjalan berdampingan dengan keamanan yang dikenal dengan konsep “security-prosperity nexus”. Masyarakat yang sejahtera justru memperkuat kedaulatan dan menjadi benteng pertahanan sosial.

Dampak ekonomi berjalan berdampingan dengan kedaulatan di pulau terluar. Terdapat lima pola yang konsisten di tingkat UMKM termasuk di sektor pariwisata (1) arah hubungan adopsi digital terhadap pendapatan/omzet umumnya positif, lewat perluasan pasar, efisiensi biaya, dan produktivitas; (2) yang menentukan bukan sekadar "hadir online", melainkan kapabilitas dan keterampilan SDM dalam memakai alat digital; (3) platform agregator (marketplace, ojek/pesan-antar) memberi pengungkit terbesar justru bagi usaha mikro-kecil; (4) potensi terbesar ada pada perluasan pasar—termasuk ekspor—bukan hanya pasar lokal; (5) tanpa intervensi keterampilan, infrastruktur, dan visibilitas, manfaatnya timpang.

Berbagai studi menemukan UMKM pengadopsi digital cenderung berpendapatan lebih tinggi daripada yang tidak. UMKM yang mengadopsi digital melaporkan pertumbuhan pendapatan 40% lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengadopsi (UNCTAD, 2023).

UMKM yang terdigitalisasi memiliki peluang pertumbuhan pendapatan 1,5 kali lebih besar dibandingkan UMKM non-digital dan UMKM Go Digital dapat meningkatkan omzet hingga 80% dalam satu tahun (World Bank, 2021) dan riset Google–Temasek (2022) menyebut digitalisasi dapat menaikkan produktivitas UMKM hingga 35%. Kementerian Perdagangan juga menggarisbawahi bahwa digitalisasi yang dilakukan dengan benar bisa meningkatkan revenue UMKM hingga 30%. Laporan ITU menunjukkan bahwa dari 520 UMKM makanan-minuman Indonesia yang disurvei: digital finance, pembayaran digital, dan pemasaran digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sehingga UMKM yang mengadopsi teknologi digital cenderung berkinerja lebih baik

Pulau Maratua, Security–Prosperity Nexus

Pulau Maratua adalah bagian dari Kabupaten Berau. Pulau ini memiliki kombinasi yang langka: alam yang indah, infrastruktur yang telah terpasang, permintaan masyarakat yang tinggi, dan aset ekonomi berupa pariwisata premium dan ekonomi biru. Maratua adalah contoh nyata Security–Prosperity Nexus – di mana kesejahteraan ekonomi masyarakat perbatasan dan kedaulatan negara saling menguatkan, masyarakat yang sejahtera adalah benteng pertahanan sosial yang paling kokoh. Di luar sektor pertambangan yang berkontribusi sangat besar pada PDRB Berau, sektor informasi dan komunikasi (digital) juga semakin meningkat dari 7,24% di tahun 2021 menjadi 7,78% di tahun 2025. Bila dikaji dari aspek kunjungan (pariwisata) terjadi kenaikan sekitar 337% pengunjung dari titik terendah pandemi dengan pengunjung dari 127.396 menjadi 557.214 orang.

Pulau Maratua adalah salah satu contoh Pulau-Pulau Kecil Terluar (PKPT) dengan kedaulatan yang tumbuh beriringan dengan pertumbuhan ekonominya. Pulau Maratua bukan sekadar pulau terluar yang berbatasan dengan Malaysia dan Filipina, pulau ini adalah titik kedaulatan NKRI. Pos TNI AL (Posal) Maratua berdiri di sana untuk membentengi kedaulatan Indonesia. Posal itu merupakan pos terluar di Berau. Terdapat juga Bandara Maratua yang berfungsi ganda untuk nilai strategis pertahanan dalam penempatan logistik TNI dan sebagai pintu masuk pariwisata. Data Bandara Maratua menunjukkan lonjakan wisatawan mancanegara dari 220 jiwa pada 2020 menjadi 4.294 pada 2024. Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan konektivitas yang menjangkau titik-titik terdepan, yang secara tidak langsung memperkuat penguasaan dan pengawasan wilayah. Salah satu aspek yang menarik lainnya dapat dilihat dari jumlah unit usaha penginapan (akomodasi), di mana jumlah terbanyak justru berada di pulau-pulau terluar seperti Maratua (93 unit), Pulau Derawan (79), Biduk-Biduk (76), jumlah tersebut di atas jumlah akomodasi di ibu kota Tanjung Redeb (52).

Tingginya pemanfaatan juga memunculkan tantangan baru. Sejumlah lokasi di Berau, seperti Teluk Sumbang di Kecamatan Biduk-Biduk dan Long Laai di Kecamatan Segah, telah masuk kategori utilisasi kapasitas tinggi dan menjadi prioritas peningkatan bandwidth. Artinya, jaringan terisi karena benar-benar digunakan masyarakat dan bahkan terdapat kebutuhan bandwith yang lebih besar.

Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah yang juga tak kalah pentingnya adalah memadukan peningkatan kapasitas jaringan dengan peningkatan kapabilitas talenta digital. Hal ini bisa dilakukan melalui program penguatan ekosistem digital, literasi digital, pendampingan UMKM dan BUMDes, serta dukungan khusus bagi sektor pariwisata dan kelautan — agar konektivitas benar-benar berubah menjadi kesejahteraan. Dan hal ini hanya bisa terselenggara apabila seluruh pihak berkolaborasi baik pemerintah daerah, pusat, swasta, dan unsur-unsur dalam masyarakat sendiri.

Dari pulau terluar Maratua, internet yang hadir hari ini adalah komitmen bagi generasi mendatang bahwa di mana pun mereka tinggal, peluang untuk lebih baik adalah hak yang setara.

Artikel Media

Siaran Pers